Showing posts with label sayang. Show all posts
Showing posts with label sayang. Show all posts

Tuesday, July 26, 2011

Tajam Menikam



sendiri masih menyimpan dendam kesumat yang masih belum terlunas.hingga saat ini kau menderita kesakitan kerana dendam yang masih belum terbayar.


Lewat malam itu si jejaka pulang reaksi wajahnya tampak tenang walau ada sedikit kelat.aku hanya memerhati lakunya dari sudut lainnya.perlahan berjalan menuju ke jendela matanya terarah merenung sang bulan terang.pandangannya begitu sayu ada keluhan berat di lepaskannya.sedari aku masih di situ dia bersuara " kau masih sayang sama si gadis?" aku terpaku soalan jenis apakah ini begitu menikan di kalbu.aku diam tidak menjawab turut sama merenung sang bulan terang."aku harap jika aku tiada nanti kau jaga dia" ringkas dia berkata sejenak itu aku sedar matanya melirik kejap aku di sisi.ada senyum di hujung bibir entah apa maksudnya tidak dapat aku tafsirkan.apa yang pasti,si jejaka sudah ada rencana lainnya buat si gadis.sebelum berlalu ke kamar sempat dia berkata "aku juga masih sayang sama si gadis".

Saturday, April 23, 2011

Mentari Sembunyi

semalam cerah tapi tidak pada hari ini.mentari sembunyi lagi hilang lagi awan mulai murung.Lalu hujan yang datang menemani hanya menambah rasa bila di herdik sang guruh yang sedang amarah.




Tadi si jejaka datang.Melihat kelibatnya saja sudah bisa menggetarkan hati yang sedang damai.Wajahnya tegang seperti selalu mata meliar mencari sesuatu.si gadis di renungnya tajam menikam.Aku tahu si jejaka masih marah pada si gadis hatinya panas setiap kali memandang wajah si gadis.si jejaka hatinya keras egonya tinggi tak tergapai.jadi aku hanya memerhati saja dan anggap saja tidak ada apa yang akan berlaku.si jejaka menghampiri si gadis lalu duduk mengadapnya.mereka mula berbicara perlahan tapi masih jelas di pendengaran aku tika itu.sesekali wajah si gadis aku pandang masih kaku tak berperasaan.apa yang pasti jelas aku dengarkan kata-kata si jejaka "aku masih sayang pada kau kerana itu aku marah" dan tika itu juga aku nampak ada titisan jernih mulai luruh dari mata si gadis yang tak berperasaan.