Showing posts with label kesal. Show all posts
Showing posts with label kesal. Show all posts

Wednesday, September 22, 2010

Pusara

Dan bila rindu pun bertamu kenangan lalu menerjah kembali ke ingatan.hati bagai tertusuk sembilu biar beribu tahun pun berlalu,tetap tak akan pernah luput di ingatan.
.
.
.
Aidilfitri ketiga setelah beberapa tahun aidilfitri yang lalu si gadis tidak berkesempatan ke sini,lalu tahun ini si gadis tekad untuk bertamu di sini.sebaik kaki melangkah wajahnya sayu matanya tertancap pada satu-satu pusara putih bersih itu.si gadis duduk di hadapan pusara sambil tangannya menyentuh sayu kepala nisan berukir tulisan jawi indah.aku menyentuh lembut bahu si gadis cuba menyalurkan semangat semaksima mungkin.si gadis mendongak memandang sayu pada aku,kelihatan ada genang di mata redup itu.aku tahu si gadis terlalu rindu,kasih dan sayang pada arwah.kata-kata si gadis buatkan aku berasa sayu "mengapa dia yang harus pergi?" "mengapa dia tinggalkan aku sendiri?" "mengapa dia pergi dulu sebelum aku?"si gadis berkata sehingga kini dia masih tidak dapat memaafkan diri tentang peristiwa itu.si gadis begitu kesal dengan dirinya sehingga kini si gadis masih mempersalahkan dirinya...

Wednesday, August 25, 2010

Maaf Sayang

Maaf mudah dilafaz tapi,bisakah diterima dengan seikhlasnya? hanya hati lebih memahami...
.
.
.
Sudah masuk seminggu ramdhan si gadis masih sama menjalani kehidupan seharian tanpa perasaan.si jejaka semakin sibuk dengan urusan2 pentingnya sehinggakan tidak ada masa untuk memikirkan hal lainnya.aku hanya memerhatikan saja kedua mereka dan semakin lama aku merasakan aku dan mereka sudah semakin jauh.aku perlu keluarkan si gadis dalam kurungan itu mindanya perlu di cuci.si gadis masih memikirkan segala yang telah berlaku.itu kesilapannya mempersetujui tanpa kerelaan.sedangkan si gadis masih berpeluang untuk membuat pilihan.entah mengapa si gadis memilih untuk melukai hati sendiri demi untuk kegembiraan insan lain.pada dasarnya si gadis kelihatan gembira,tapi dalam matanya dapat ku lihat betapa sedihnya dia.apa yang perlu aku lakukan sekarang?

Tuesday, July 13, 2010

Sejarah Ulangan

Imbasan memori lalu kembali menerjah ke kotak ingatan.cerita tentang kelukaan,kekecewaan,kesakitan,harapan.semuanya berputar silih berganti bagaikan video tanpa suara.
.
.

.

.

.

Malam itu si gadis menangis lagi menangis dengan penuh kesalan dan kesakitan.bukan kerana memori-memori silam sebaliknya keputusan yang baru saja di persetujui olehnya.sungguh si gadis benar-benar rasa terhimpit demi untuk menjaga hati semua untuk kebahagiaan semua.dan berbalik kepada sejarah lalunya bagaikan kini di ulang semula tapi berbeza insan dan situasi.untuk kali ini si gadis berharap ini adalah yang terakhir kali dia rela biar pun terpaksa mengorbankan hati sendiri.saban hari dia berdoa dan berharap agar semuanya selesai tanpa melukakan sesiapa.dia rela mengalah andai itu adalah takdirNya.

Sunday, July 11, 2010

Harapan

Lelah membina harapan memasang impian menyimpan angan,sayang sekali rangkanya rapuh sekali.bila di hembus angin lembut ia jatuh rebah ranap menyembah bumi.
.
.
.
.
.

Demi tidak menghampakan hati-hati yang telah mengharap,si gadis lebih rela menanggung derita biarpun dia tahu itu bukanlah jalan terbaik.saban hari si gadis di bayangi dengan skirp-skirp rekaannya.setiap skirp di beri tajuk penuh keindahan namun jalan cerita yang penuh berliku.klimaks penceritaan sudah nampak keindahan yang penuh dengan bunga2 harapan.namun setiap endingnya adalah kesakitan yang tak berkesudahan.setiap yang memandangnya dihadiahkan sebuah senyuman,namun di sebalik senyuman itu dia meyimpan berjuta tangisan penuh kesalan.

Tuesday, June 22, 2010

Air Dari Langit

titis harapan jatuh berderai lalu tempiasnya menampar lembut ke pipi mulus itu.pandangannya kosong dan sepi.
.
.
Pernah satu ketika si gadis duduk di satu sudut menyendiri dan menjauhi.merenung langit kosong tanpa palitan berwajah sugul seakan menanggung beban yang berat.juraian manik2 jernih mengalir lalu turun ke pipinya.seakan menyesali sejarah-sejarah lampau yang pernah tercatat pada skirp-skrip usang itu.kata-kata itu berputar-putar bagaikan cekera yang di mainkan.sesekali imbasan-imbasan lampau kembali menerjah kesal sekali.si gadis sedari kesilapan itu telah di ulangi tak tahu sebab apa.mahu berundur tetapi sudah terlalu jauh terlajak.langkahnya semakin longlai dan lesu betapa besarnya hukuman yang bakal di jalaninya nanti.