Showing posts with label senyum. Show all posts
Showing posts with label senyum. Show all posts

Tuesday, July 26, 2011

Tajam Menikam



sendiri masih menyimpan dendam kesumat yang masih belum terlunas.hingga saat ini kau menderita kesakitan kerana dendam yang masih belum terbayar.


Lewat malam itu si jejaka pulang reaksi wajahnya tampak tenang walau ada sedikit kelat.aku hanya memerhati lakunya dari sudut lainnya.perlahan berjalan menuju ke jendela matanya terarah merenung sang bulan terang.pandangannya begitu sayu ada keluhan berat di lepaskannya.sedari aku masih di situ dia bersuara " kau masih sayang sama si gadis?" aku terpaku soalan jenis apakah ini begitu menikan di kalbu.aku diam tidak menjawab turut sama merenung sang bulan terang."aku harap jika aku tiada nanti kau jaga dia" ringkas dia berkata sejenak itu aku sedar matanya melirik kejap aku di sisi.ada senyum di hujung bibir entah apa maksudnya tidak dapat aku tafsirkan.apa yang pasti,si jejaka sudah ada rencana lainnya buat si gadis.sebelum berlalu ke kamar sempat dia berkata "aku juga masih sayang sama si gadis".

Thursday, June 23, 2011

Masih Sayang

Cuba lari dari kebiasaan kadang kala yang jarang sekali berlaku itu selalu di anggap sesuatu yang aneh lagi mustahil.andainya itu yang tertulis dalam buku skrip takdir,mana mungkin bisa di ubah olah.




Cuba luangkan masa untuk kedua mereka si gadis dan si jejaka.di kala lelah aku duduk sebentar membiarkan saja si gadis berjalan beriring sama si jejaka.sesekali dapat aku tangkap tawa lunak si gadis.lama benar dia tidak seceria begitu.sama juga dengan si jejaka yang selama ini sering di lihat berwajah serius.si jejaka setia melayani karenah si gadis yang keanak-anakan manja.sesekali dia melambai ke arah ku menggamit aku untuk sertai mereka.langit cerah tika itu gumpalan awan memutih bagaikan gula-gula kapas kelihatan begitu indah.seindah wajah si gadis yang di rindu...kala si gadis leka menikmati keasyikkan panorama indah,si jejaka datang menghampiri aku."aku senang lihat dia begitu" ringkas kata si jejaka jelas kelihatan ada senyum ikhlas di bibirnya.si gadis di pandangnya dengan penuh kasih aku tahu dia sayang pada si gadis."aku sanggup buat apa saja untuk dia dan aku harap kau juga begitu demi dia yang kita sama-sama sayang" panjang lebar dia menutur sebelum berlari-lari anak ke arah si gadis...


Friday, December 3, 2010

Sedetik Itu Sudah Cukup

senyumlah sayang senyum dengan semanisnya dan kau akan berasa tenang biarpun hanya sebentar,tinggalkan duka tinggalkan lara dan kau akan baik-baik saja.......
.
.
.
sengaja aku meminta si gadis untuk turut serta dalam apa saja program yang di anjurkan.aku tahu si gadis belum cukup bersedia untuk pergi.tapi aku rasa ini adalah jalan terbaik untuk melihat senyum dan tawa si gadis.jika dia di sini lebih banyak yang akan di kenangkannya bila semua memori yang terakam itu di mainkan semula.untuk beberapa minggu ini sebolehnya aku tidak mahu beri pelunag pada si gadis untuk duduk bermenung.biarkan masanya di penuhi dengan pelbagai acara agar dia dapat melupakan sebentar semua kesakitan itu bila berhadapan dengan tugasnya.aku tahu ini cara paling baik untuk buatnya lupa seketika kerana si gadis seorang yang fokus bila melakukan sesuatu.dan hanya pada waktu itu juga aku dapat melihat senyum dan tawanya secara ikhlas tanpa paksaan.harapnya si gadis akan lebih tenang selepas itu.....